Mungkin anda yang belum tahu tentang ritual prewangan akan
mengira namanya ritual prewangan ( anak bajang/tuyul) itu mudah.
Orang mengira setelah membawa prewangan tersebut pulang, si
tuyul langsung bekerja dan menghasilkan uang.Padahal anggapan tersebut sangat
keliru,paling rumit dibandingkan ritual yang lain,maka dalam daftar biaya
ritual,prewangan yang paling mahal karena kerumitannya.
Pengalaman berikut adalah salah satu dari sekian peserta yang
akhirnya sukses dengan ritual prewangannnya…..saya samarkan dengan nama
Sumanto…
“Pagi mas Wowo…saya Sumanto…ingin ritual prewangan…apa mas Wowo bisa
bantu?"....begitu SMS yang saya terima.
“Tentu saja bisa,biaya ritualnya 15 juta Rupiah,dibayar dimuka,sisanya
dibayar setelah berhasil.
Apa mas manto sudah mahir trawangan?"...kata saya...
“Apa itu trawangan? Lho kok mahal ya…” jawab SMS Sumanto.
“Iya,karena ritualnya jauh dari rumah saya,mungkin kita bisa
beberapa hari menginap disana...
meski yang sudah- sudah sih cuma 1 malam.
Jadi siang kita
istirahat di Hotel,malam baru kita ritual berburu tuyul.
Jadi biaya tersebut
kita gunakan bersama untuk makan,transport,hotel dsb yang memang membutuhkan
biaya yang tidak sedikit…
kan biaya hotel buat 2 kamar dan makan di kota besar sudah mahal” kata saya
menerangkan.
“O begitu ya mas…saya usaha uang dulu,akan saya kabari bila
sudah cukup” kata Sumanto…
Singkat cerita akhirnya kami bertemu untuk bersama - sama berburu
tuyul.
Karena Sumanto samasekali belum berpengalaman melihat alam gaib /
trawangan, maka saat ritual dia tidak bisa melihat keberadaan makhuk gaib
tersebut,cuma dia merasakan ada seperti sesuatu yang mendekat dan duduk di
pangkuannya.
Meski tidak bisa melihat apapun,tapi Sumanto percaya bahwa
ritualnya berhasil.
Apa pak Wowo yang bisa trawangan dan melihat gaib tersebut?
Ngga
juga….saya pun tidak melihat apa- apa….
Karena saya sudah terbiasa beberapa kali ketempat keramat
tersebut dan hapal apa yang gaibnya mau,jadi tidak membutuhkan waktu lama,hanya
semalam itu kami ritual.
“Pak Manto,apa sudah yakin kalau anak itu sudah ikut? Kalau sekiranya
belum… mending kita besok kesini lagi atau tidur disini malam ini….kata saya
menegaskan.
“Saya yakin kok,kata mas Wowo kan bisa lewat mimpi kalau belum
bisa trawangan,lagian kalo tidur disini mau tidur dimana? Gelap dan Semak
belukar semua…ngeri ah…lebih baik tidur di hotel kan nyaman…kan kata mas Wowo
bisa lewat mimpi….kata Sumanto yakin…
“Okelah kalo begitu"…..
Memang benar,pagi harinya Sumanto menceritakan pengalaman
mimpinya bertemu dengan tuyul tersebut….
“Tapi anak ini kok ada taringnya ya mas Wowo?” kata Sumanto
menceritakan mimpi pertamanya…..hi…hi..hi..baru tahu dia…..(ini yang namanya tuyul
super….batin saya)
+++
Singkat cerita,setelah kami pulang kerumah kami masing
masing,beberapa hari kemudian Sumanto kembali menceritakan pengalamannya
bertemu dengan tuyul tersebut,sampai akhirnya Sumanto memberi nama tuyulnya dengan
panggilan ’ Mas Bro’….(biar jadi tuyul gaul katanya….hi..hi..hi…)
+++
Setelah berbulan bulan ritual, Sumanto tetap rajin merawat Mas
Bro ini… tapi dia tidak mengeluh padahal
sudah hampir berbilang tahun setelah ritual,Mas Bro ini belum
menghasilkan apa- apa….
tidak setiap bulan dia laporan tentang perkembangan
tuyulnya itu,malah transferan dia yang hampir tiap minggu tiba – tiba ada di
rekening saya…padahal saya tidak meminta samasekali…karena tahu dia juga
hidupnya pas pas an saja…
“Mas Sumanto,saya tidak enak terima transferan anda terus,kan
biaya ritual sudah dibayar,anda juga belum sukses ritualnya,apalagi tahu sendiri
nama saya juga ada yang menjelek jelekan,apa ngga terpengaruh berita di
internet kalau saya menipu anda,kan Mas Bro sampai sekarang belum bisa
menghasilkan?"...kata saya suatu hari….
“Ah mas,saya transfer kan sekedarnya saja,kalau ritualnya mas
Wowo menipu kenapa saya terus aja bermimpi dan bisa berkomunikasi dengan 'Mas
Bro'…lagian kalo menipu kenapa setiap cerita dari mas Wowo bisa mendetail,kan di
artikel internet yang lain tidak ada yang menceritakan seperti artikel mas Wowo
,makanya saya ngga terpengaruh…biasalah mas…haters….kata Sumanto beralasan….
+++
Pada Suatu hari Sumanto menceritakan mimpinya yang kesekian
kepada saya…….
“Mas Manto…arti dari mimpi anda adalah saatnya anda mendapatkan
kunci terakhir dari ritual ini….berarti ketabahan anda sudah teruji….sudah
saatnya “mas Bro’ bisa menghasilkan…ini
yang harus anda lakukan…..kata saya memberi petunjuk apa yang harus Sumanto
lakukan…
“lho memangnya tidak tiap peserta ritual sampai tahap ini? Kenapa
sampai lebih dari 1 tahun….? Tanya Sumanto penasaran…
“Sayangnya tidak semua peserta lulus uji….ada yang karena tidak
sabar malah memaki maki saya…ada yang sebenarnya sudah hampir sampai tahap anda, eh karena suatu alasan dia tidak meneruskan ,dan banyak lagi sebab yang lain
yang akhirnya tidak sampai ke tahap anda…padahal sebenarnya tidak harus lebih
dari 1 tahun…sebenarnya ada yang cuma beberapa bulan sudah hampir sampai tahap
anda…. karena dia sudah punya modal bisa trawangan,sementara anda kan dari
nol…tapi sayangnya ngga tahan mental…
“Lho berarti ada kunci terakhirnya?”tanya Sumanto….
“Betul…inilah Ritual Jawa yang sebenarnya…itu saya berikan
setelah melewati tahap dan waktu tertentu…itupun bukan kemauan dari saya…diri
andalah yang lulus uji sehingga leluhur merestui ritual anda…
“Oke akan saya laksanakan kunci terakhir itu”…kata Sumanto bersemangat…
+++
Beberapa bulan kemudian Sumanto menelpon…
“ Mas Wowo,saya mau melunasi biaya ritual karena sudah
berhasil”…kata Sumanto….
“ Syukurlah……kebetulan sekali…ini ada debt collector di rumah
hampir tiap minggu ketempat saya…
“lho,apa mas Wowo banyak hutangnya? “ tanya Sumanto heran…
“Eh jangan salah…saya hidup sederhana….kan bukan berarti banyak
harta”… kata saya asal….
“lho kenapa mas Wowo ngga ritual prewangan aja seperti saya?”
kata Sumanto penasaran…
“Itulah…istri saya pun bolak balik berkata begitu…..orang lain
bisa sukses malah diri sendiri susah…”
Saya pun sudah sering menanyakan ke leluhur,selalu dijawab
“rejeki orang berbeda beda,nanti kamu juga dapat yang lebih besar tanpa susah
payah”…
tapi kapan?....pikir saya juga begitu…
Ternyata menurut saya pesan leluhur ada benarnya juga….kalo saya
dulu kaya terus…tidak mengalami jatuh bangun bangkrut… sampai saking
bangkrutnya tidak punya rumah lagi…saya tidak mungkin jadi guide
ritual....
kemudian kalo ada orang yang mengeluh tentang nasibnya,saya tidak bisa
berbagi pengalaman...
dan lagian kan kalo saya sudah berani iklan sebagai guide ritual eh
malah punya tuyul sendiri...bisa bisa tetangga takut semua….lagian kalau saya
punya tuyul sendiri…mana mau saya berbagi dengan orang lain…mending saya
nikmati sendiri….
“O gitu…terus rencananya buat bayar hutang nih…” pancing Sumanto…
“Iya…sisa kebangkrutan lama…kebetulan sekali mas Manto malah
yang menutup hutang saya. Berarti sertipikat bisa kembali ke saya…
“Tuh pak collector…denger sendiri…utang mau saya lunasin…kira –
kira berapa hari sertipikat bisa kembali?...kata saya pede….
“Paling cepat 1 bulan pak setelah pelunasan…kata kolektor….
“Wah mas Wowo…pas juga waktunya ya…”kata Sumanto diseberang
telpon…
+++
Maaf pak Wowo….apa ini cerita betulan?....
Betul… dulu saat pertama blog ini dibuat akhir tahun 2012…saya
baru mengalami kebangkrutan yang luar biasa…..semua harta benda ludes dan masih
meninggalkan hutang…karena bingung saya menjalani ritual( karena sewaktu muda
sering ikut menemani orang ritual,lihat artikel saya "Ritual Jawa ") dan Oktober thn 2012 memutuskan
berbagi dengan orang yang ingin ritual.
sampai akhirnya saya bisa memiliki ( meski hutang ) tanah lagi
untuk saya tempati.
Meski sekarang saya hidup di desa,hidup sederhana,dengan rumah
yang sangat sederhana,tapi bisa hidup lebih tenang,kebetulan juga karena cerita
diatas,sertipikat sudah bisa saya miliki…
Oleh sebab itu bagi anda yang ingin
bertemu langsung dengan saya,mungkin untuk sekedar mengobrol tentang masalah
ritual,ataupun hanya sekedar berbagi pengalaman ,ataupun hanya sekedar
bersilaturahmi,anda bisa datang langsung ke alamat saya:
Mas Wowo
Dsn Pasanggiri RT 2 RW 7 Bulupayung,Kesugihan,Cilacap,
Jawa Tengah.
Hp Indosat 085869616651 Telkomsel 085290470545
Bila naik Bus dari arah Timur, Jogja/Surabaya dapat naik bus
Efisiensi atau Bus Eka jurusan Cilacap, turun di Pasar Kesugihan,nanti akan
saya jemput.
Bila dari arah Barat ( Jakarta/Bandung ) bisa naik bus Jurusan
Cilacap/Purwokerto,nanti akan saya jemput.
Bila menggunakan kereta api dari arah Barat ( Jakarta) atau
Timur ( Surabaya ) dapat turun di Stasiun Maos/Stasiun Kroya.nanti akan saya
jemput.
Syaratnya apa mas Wowo kalau datang?....Apa cukup bawa rokok dan gula
kopi?...Hi..hi..hi…kayak ke mbah dukun aja ya…
karena saya bukan mbah dukun maka
boleh bawa oleh – oleh seperti itu….asal…yang banyak….mentah nya saja gimana mas
Wowo…itu lebih baik….hi..hi..hi….
Bagaimana dengan kelanjutan hidup Sumanto?...
Sama seperti suatu alumnus sekolah....setelah selesai...selesai pula tugas saya...ciao....biarlah Sumanto menikmati hidupnya.....
Salam Ritual…