Pernah suatu kali seseorang mengomentari profesi saya, intinya menasehati saya agar kembali ke jalan yang benar, karena katanya saya sesat, etc.
Setelah saya tanya apakah dia sudah pernah bangkrut? Belum..
Sudah berumur 40 tahun ? belum juga...
Sudah berumur 40 tahun ? belum juga...
Sudah menikah ? ternyata juga belum,
apakah sudah bekerja ? juga belum.
Dia mengaku bernama Sumanto, masih berumur 16 tahun dan masih bersekolah.
"Berarti anda belum tahu kehidupan yang sebenarnya,"kata saya.
"Pak,saya memang baru 16 tahun,tapi setiap komentar saya di internet selalu mendapat apresiasi yang bagus di setiap momentnya,coba saja bapak lihat di internet, komentar saya selalu ada di hampir tiap blog/forum.
Karena saya selalu memperjuangkan kebenaran...jawabnya bangga.
"Oya, anda pasti waktu kecil bercita - cita jadi Superman ya..atau Hancock?" tanya saya.
" ya begitulah, karena kalau kita memperjuangkan kebenaran, tentu orang akan segan dengan kita, dan yang jelas mendapat banyak pahala pak..."
Coba lihat di blog bapak, itu kan jalan sesat,dan hanya untuk orang - orang malas yang bermental tempe,tidak mau berjuang untuk hidup" katanya panjang lebar.
"Setahu saya sih, kebanyakan yang saya temani ritual malah bukan orang sembarangan. Ada yang usahawan sukses, manajer, atau penekun dunia spiritual untuk ketenangan batin " kata saya
"ya itu,orang yang bermetal tempe,baru datang cobaan sedikit saja sudah lari ke jalan yang sesat" katanya menasehati.
" Coba bapak tahu,mulai dari kakek buyut saya hingga ayah saya, semuanya pekerja keras, hingga sukses seperti ini turun temurun . karena mereka bekerja keras,pantang menyerah,dermawan, dan hati - hati dalam setiap keputusan dan yang penting selalu ingat yang di Atas ,jadi setiap cobaan selalu dianggap sebagai ujian, karena kami selalu tekun beribadah.
Coba bandingkan dengan klien yang bapak ceritakan.
" nak Sumanto, anda melihat dunia hanya hitam dan putih,padahal dunia ini penuh warna. Ada 1001 warna.
Andaikan seorang karyawan bisa mulus meniti karir hingga tua, ada kepastian hidup,pasti dia tidak akan mencari cari dunia yang lain. Akan dia tekuni seumur hidupnya.
Sayang di negara kita masih banyak ketidak pastian,meskipun sudah bersusah payah meniti karir dari bawah dari usia belia, eh baru berumur 40 tahun, saatnya dia seharusnya menikmati buah dari ketekunannya, eh perusahannya dilikuidasi,etc.
Begitu juga dengan profesi lainnnya,
Apakah Anda pernah melihat,ada orang yang sudah bersungguh sungguh berniat bekerja keras,membuka usaha ,dia jaga sendiri dari pagi sampai malam,eh ternyata kurang laku,bukan karena salah manajemen, sampai akhirnya modalnya habis setelah berhari hari tidak laku?
apakah dia kurang bekerja keras?
apakah dia kurang bekerja keras?
Andaikan ada kepastian dari usaha kerasnya tentu semua berjalan sesuai relnya. Sayangnya manusia memang harus mempelajari hidup...
"Pak, anda belum tahu ayah saya. Beliau adalah panutan di kota kami,karena kegigihan dan ketekunannya dalam beribadah dan berusaha , hampir semua orang di kota kami menghormati dan mengenalnya, sungguh saya sangat bangga punya ayah yang seperti beliau" katanya membanggakan.
"Baiklah nak...jadilah yang kamu percayai..." Kata saya mengakhiri debat kusir tersebut.
Waktu pun berlalu...
Belum ada setahun...si Hancock muda kembali curhat kepada saya...
"Pak, saya ingin menanyakan syarat ritual bagaimana? "
"lho, sudah berhenti jadi Hancock apa? "kata saya meledek.
"Bukan untuk saya pak,tapi untuk ayah saya,kali ini saya serius pak minta tolong, apapun syaratnya akan kami usahakan,"katanya memelas.
" Lho sebenarnya ada masalah apa?" kata saya
"Keluarga kami kena musibah pak, salah prediksi bisnis online.
"Ya yang sabar aja dulu,kan setiap musibah pasti ada hikmahnya,toh anda masih punya tempat tinggal dan keluarga yang mencintai anda" kata saya mencoba menghibur.
"Sudah habis pak,semua aset keluarga bahkan yang ada di desa pun sudah diinventarisir oleh orang - orang yang merasa dirugikan,bahkan kami sekarang menumpang di rumah kerabat,karena semua aset dan seisi rumah sudah habis dijarah" katanya sambil menangis.
"Lho katanya usaha ayah anda warisan turun temurun bukan trading bussines online ?" kata saya penasaran
"memang bukan pak,cuma karena di kota kami ada trend seperti itu jadi kami mencoba ikut berbisnis, untuk sambilan "
"Ya yang tabah,ritual juga tidak semudah membalikan tangan,nanti juga keadaan bisa kembali seperti semula. Kan ayah anda orang yang berpengaruh di kota anda" kata saya menenangkan.
Tangisnya malah semakin keras...
"Justru itu pak,karena kharisma ayah saya, maka semua percaya dan ikut invest di bisnis ini,sehingga saat kolaps mereka tahunya ayah saya sebagai penanggung jawabnya"...
Itulah hidup nak....
nasib baik,nasib buruk siapa yang tahu?...kata saya dalam hati.....
++++
Tidak ada komentar:
Posting Komentar