 |
| tempat keramat |
Pada suatu hari seseorang menelpon saya berminat untuk mengikuti ritual pesugihan.
"Pak saya iseng-iseng baca blog bapak dan tertarik untuk mengikuti ritual menikah dengan demit,tapi saya hanya ada waktu hari selasa besok,bagaimana pak?"
"Ya bisa saja,kan tidak harus malam Selasa Kliwon ataupun Jumat Kliwon, justru pengalaman yang sudah sudah malah kebanyakan demit di hari itu sedang sibuk,ada yang rapat, ada yang sedang berkumpul dengan sesama demit, etc
"O begitu ya pak..malah saya baru dengar yang seperti itu...meskipun saya seorang penganut kejawen..." katanya .
" Oke deh pak, saya mau mengikuti ritual, selasa sore saya tiba di terminal bus, saya nanti yang pake jaket coklat ya pak"
+++
Tepat pukul 4 sore bapak yang bernama Sumanto tersebut tiba di terminal bus ( saya selaku guide ritual seperti biasa pasti menjemput tamu yang berniat ritual di terminal bus/stasiun kereta api , bila peserta tidak membawa kendaraan sendiri)
Setelah berbasa basi kami lanjutkan perjalanan langsung ketempat ritual.
Sesampai ditempat ritual saya bersama porter ( pembawa barang ) langsung menyiapkan jerami untuk alas tenda,makanan dan alat alat ritual lainnnya.
"Pak maaf, apa memang ritualnya demikian, kok pak Wowo ketempat ritual bawa tenda, bawa makanan,rokok, etc. Bukankah kita mau ritual bukan pesiar ? " tanya Pak Sumanto
"Ah pak,ritual kan semalaman, disana kita kan tidak hanya cuma meditasi saja,pasti ada masa jedanya,kan bisa kita gunakan untuk ngobrol sambil menikmati makanan yang ada,bukankah pak Manto juga belum makan malam? " kata saya menjelaskan.
"Tapi pak, setahu saya yang sudah menganut kejawen sejak turun temurun, saat ritual sebaiknya mengurangi makan, mengurangi tidur, apa tidak salah cara bapak ini?"
"Ya kita lihat saja nanti,intinya kan anda ingin sukses ritual dan uang yang 3 juta rupiah tidak sia- sia kan ?" kata saya
"Betul pak,saya takutnya hasil tabungan saya untuk mengikuti ritual sia-sia, padahal istri sudah wanti-wanti takut kalau saya tertipu ritual ini," kata Pak Sumanto agak cemas
Setelah selesai menggelar tenda dan mempersiapkan segala macam pernak pernik ritual, saya mempersilahkan Pak Sumanto untuk makan malam dahulu,tapi dia dengan tegas menolak.
"Pak maaf saya tidak makan dulu,sudah cukup tadi makan camilan saja,saya ingin laku prihatin,ingin segera sukses ritual,bisa menikah dengan demit,apa tidak salah metode yang diberikan pak Wowo?"
katanya meragukan saya.
"ya sudah kalau begitu,saya mau makan malam dulu ya,nanti setelah itu baru kita mulai,rasanya nikmat sekali makan ditengah sawah seperti ini dikelilingi bintang - bintang di langit,"kata saya cuek.
Wajah gelisah terpancar diraut wajah pak Manto, apalagi saya dan Bawor selaku porter, makan dan merokok dengan santainya semakin menambah kegelisahan pak Sumanto.
Setelah setengah jam makan dan bersantai saya menghampiri pak manto," mari kita mulai,nanti setelah saya haturkan,anda langsung meditasi saja, belajar merasakan alam gaib, coba dengarkan hati,jangan berpikir,biarkan otak beristirahat,karena anda akan merasakan gaib bila sudah membuat otak tidak mendominasi lagi,"kata saya menjelaskan.
"Lho pak ,apa saya tidak dibuka dulu mata batin saya,kok malah suruh belajar sendiri,di blog bapak di artikel mencari tuyul kan dibuka dulu baru kemudian saya baru bisa melihat alam gaib ?"
"Itu kan bersifat sementara,yang permanen justru dari diri sendiri,kalau bisa membuat otak tidak mendominasi,ya itu bisa mengalami pengalaman gaib. Orang berdzikir,berpuasa,melek semalam dsb kan sebenarnya agar membuat otak tidak mendominasi lagi. Lagian yang bisa membuka mata batin , Mbah Sadana guru saya sudah wafat lama", kata saya enteng.
Wajah pak Sumanto semakin gelisah, aduh kenapa jauh jauh datang hanya untuk ditipu,mending tadi nurut saran istri saja jelas tidur nyenyak di rumah ngga kehilangan 3 juta,begitu mungkin pikir pak Sumanto.
"Tenang pak Sumanto, saya tidak ingin menipu anda,metode saya sudah cukup lama terbukti kok, kan saya sudah cukup lama kenal dengan Sang Mbaurekso sini",kata saya menegaskan.
"Iya pak semoga demikian, maaf kalau saya meragukan bapak"
Setelah menghaturkan sesaji dan mengutarakan maksud dan tujuan pak Manto, kemudian saya mempersilakan pak Manto untuk bermeditasi.
Belum sampai 15 menit bermeditasi,pak Manto kelihatan gelisah,tubuhnya selalu bergerak
"Pak Manto kalau sekiranya tidak kuat meditasi, sudah hentikan saja ,mari makan dulu"
"Iya pak rasanya ngga kuat juga,pikiran saya kesana kemari, tubuh saya rasanya juga ada saja yang gatal dan rasanya posisi duduk saya tidak pernah pas, bagaimana seharusnya pak Wowo ? "
"Ya sudah anda makan saja dulu sambil kita ngobrol - ngobrol " kata saya
"Terus, bagaimana dengan ritual saya pak?" tanyanya.
"Bila tidak kuat meditasi ya dilanjutkan tidur saja,mungkin dengan perut kenyang anda dapat tidur pulas"
Setelah makan kenyang pak Manto mulai tidak fokus untuk mengobrol, lalu dia pamit untuk tidur di tenda. Sebelum tidur dia bertanya sekali lagi "Pak tidak salah kan metodenya? saya jauh-jauh datang tidak rugi kan pak ?"
"Percaya saja pak Manto,kata saya menenangkan
+++
Tepat pukul 4 pagi pak Manto sudah bangun duluan, sehingga saya pun ikut bangun.
"Bagaimana pak Manto, mimpi apa tadi malam" kata saya
"Ah cuma mimpi biasa, saya melihat ada sekumpulan wanita disebelah sana,kemudian ada suara yang mengatakan itu jodohmu yang sebelah sana, kemudian saya melihat ada wanita ngga muda tapi juga ngga tua sepadan dengan saya ,umur 30 tahunan, menghampiri saya. Tapi dia menggandeng anak perempuan kecil, ketika saya mau mendekat eh keburu bangun, karena mendengar porter bapak mendengkur keras sekali.
Terus bagaimana pak, apa saya berhasil,kok demitnya tidak pakai pakaian model kerajaan tempo dulu, juga kok bawa anak. kok begitu - begitu saja, saya ngga dinikahkan, kayaknya biasa saja,tidak ada tanda - tanda yang lain? apa ritual saya gagal pak ? " tanya pak Manto bertubi-tubi.
"Tidak ada kata gagal pak Manto,anda sudah direstui untuk membawa calon istri anda untuk bekerjasama,dia memang sudah mempunyai seorang anak, tapi tidak usah kuatir nanti setelah si anak dewasa anda disuruh jadi wali nikahnya. Toh bukan anak anda.
Anda sudah 100 persen berhasil. Saya juga sudah mendapat wangsit anda sudah direstui dan saya sudah diberitahu nama demit istri anda itu. Dia nantinya yang akan membantu perekonomian anda. Cuma saran saya nanti setelah sukses jangan lupa minimal setahun sekali mampir kesini, dan jangan sekali-sekali punya istri simpanan yang tetap.
"Maksudnya tidak boleh punya selingkuhan? tapi kalau jajan boleh ya pak ? "
"Ya kalau itu mungkin boleh" , jawab saya asal. Aduh pak Manto belum sukses aja sudah minta yang aneh aneh.
Sekarang pak manto boleh pulang,ini saya bawakan piranti untuk memanggil demit istri anda dan namanya...
+++
Beberapa hari kemudian tepatnya hari jumat pak Manto menelpon saya.
"Pak wowo tadi malam saya praktekan memanggil namanya ternyata memang betul - betul datang melalui mimpi,dalam mimpi itu saya didatangi perempuan dengan menggandeng seorang anak perempuan kecil, tapi belum sempat omong apa - apa saya sudah bangun,tapi belum bisa kasih uang cash ke saya pak,hanya ya ada sedikit peningkatan ekonomi setelah pulang dari ritual. Kemarin baru pulang dari ritual sampai rumah saya langsung sibuk,cuma memang demit istri saya tidak bisa memberi uang cash ya pak ?"
"Ya nikah dengan demit kan memang tidak mendapat uang cash. Teruslah belajar meditasi,kemarin pertama kan sudah bisa 15 menit,coba dilatih terus mungkin bisa lebih lama", kata saya diseberang telpon.
"Betul pak, kemarin sebelum mimpi memang saya meditasi dahulu, kuat 30 menit,tapi begitu ada suara burung berkoak koak diatas rumah saya langsung berhenti"
"lho ya itu berarti tanda kedatangan sang putrinya",kata saya memotong pembicaraan.
"Lho apa bukan burung biasa yang memang sedang terbang malam pak?"
"Coba saja tanya istri anda besok kalau pas anda meditasi,pasti sepanjang malam dia ngga bakal mendengar suara burung berkoak, hanya anda saja",kata saya menimpali"
"Oke deh pak besok saya coba lagi....."
+++
Setelah itu berbulan bulan pak Manto tidak pernah menelpon saya lagi. Tapi pada suatu sore dia menelpon saya kembali.
"Bagaimana kabar pak Wowo, ini saya Sumanto yang dulu menikah dengan demit,masih ingat ?"
"Oya ya..lama ngga ada kabarnya,sudah ngga telaten ritual apa ? ", tanya saya
"Justru sebaliknya pak, ketika saya sudah mulai mahir meditasi,sekarang saya sudah bisa bercakap cakap langsung dengan si Nyai, begitu dia menyebut istri demitnya dengan sebutan si Nyai.
" Waktu itu saya iseng-iseng minta uang karena ada kebutuhan mendadak, eh ngga beberapa lama kemudian anak perempuan si Nyai memberi, sewaktu saya meditasi, katanya ini titipan dari ibu...setelah itu saya sibuk sendiri sampai lupa menelpon pak Wowo.
" Sibuk bisnis apa gimana? " tanya saya penasaran.
" Betul pak berbisinis, juga sibuk mengharap tiap malam dapat kiriman dari si Nyai," katanya bangga.
"Lho uangnya kok ngga sampai sini ya ? " kata saya meledek.
"Ah, pak uangnya kadang ngga seberapa, kadang cuma 1 juta kadang malah cuma 300 ribu,jadi malu kalau pamer"
Terus sekarang bagaimana? " kata saya penasaran.
"Iya pak, pemberian yang kemarin ini lumayan,waktu itu ada saudara yang berniat menjual tanah warisan dari orang tua, daripada jatuh ke tangan orang lain jadi saya minta bantuan si Nyai agar bisa membeli tanah warisan orang tua yang menjadi bagian saudara saya, eh si Nyai kirim pas sebanyak yang saya butuhkan"
"Ooo..jadi setelah sekian lama baru inget saya ya...emangnya saya dokter,dibutuhkan hanya saat sakit saja? "kata saya pura pura sewot.
"Iya pak maaf,setelah gol itu saya jadi ingat Pak Wowo "
"Yang kasih uang si Nyai atau anak perempuannnya", kata saya pura - pura tidak tahu.
"Anaknya pak,kadang datang berdua kadang cuma anak perempuannya sambil berkata ini ada titipan dari ibu, terus kemudian tergeletak uang di depan saya ketika saya bermeditasi...berarti saya menikahi janda ya pak ? "...katanya bercanda.
"Iya betul,tapi janda demit yang kaya,lagian anda beruntung lho,karena tidak semua nikah dengan demit bisa memberikan uang cash,biasanya cuma meningkatkan ekonomi dan perlindungan.
"Iya pak terimakasih meski demit janda tapi kaya...tapi rasanya sama saja kok..sama asiknya sampai lupa pingin jajan pak....he..he ..he....kata pak Manto sambil cengengesan dan pamit untuk menutup telpon...
Lho...pak Manto ngga ada kiriman transfer nih...batin saya..
he..he..he...ada- ada saja pak Manto....
***
Cerita ini nyata terjadi,hanya nama pelaku yang saya samarkan,karena nama - nama yang umum malah mungkin sebenarnya mirip dengan nama peserta yang pernah ritual dengan saya.
Oleh sebab itu semua nama dalam cerita/artikel saya selalu bernama Sumanto,Sumarno, maupun Bawor.
Lihat artikel saya yang lain
-Bakat Kaya
- Mimpi Buruk
- Pohon Pesugihan
- mencari tuyul
-dll.