Belum lama ini saya di undang oleh salah satu mantan tamu saya yang
pernah saya temani ritual kira kira bulan juni 2015 yang lalu. Saya samarkan
dengan nama Pak Sumanto,umur 44 tahun,tinggal di Ujung Barat Pulau Jawa.
“Pak Wowo…saya ingin
mengundang Pak Wowo untuk
reuni,sekalian mempererat tali silaturahmi ….saya ingin juga
cerita saya di postingkan di blog nya masa wowo.Meski saya belum kaya,belum
seperti yang ada di cerita – cerita mas wowo lainnnya tapi alangkah baiknya
cerita saya juga jadi bahan renungan untuk yang ingin ritual….saya juga tidak keberataan kalo saya dijadikan salah
satu testimony…”kata Sumanto saat telpon untuk mengundang saya…..
“ Lho..apa Pak
Sumanto ngga keberatan saya mengajak seluruh keluarga?...Apa tidak lebih baik
saya sendiri aja yang datang….. atau Keluarga Pak Sumanto aja yang datang
kerumah saya? Jawab saya diseberang
telpon…
“Sebenarnya istri
ingin berkunjung ke rumah mas Wowo,cuma karena keadaan belum memungkinkan,anak
saya masih bayi,lagian mas Wowo tahu sendiri penyakit saya paling tidak tahan
untuk menahan pipis…kalo mas Wowo datang sendiri…ngga seru ….bukan silaturahmi
namanya…..kan ngga perlu nunggu kaya untuk bersilaturahmi…. kata Pak Sumanto diplomatis.
+++
Sebenarnya bagaimana
ceritanya Pak Sumanto……Ok kita akan kilas balik ke bulan Mei 2015
Lho mana kelanjutan ceritanya?.....
sabar...masih kecapekan....tunggu dan ikuti terus.....